Kamis, 11 Agustus 2011

Kebersamaan Cinta

Sedulurku tercinta, pada suatu ketika Sayyidatina Siti Fatimah Az-Zahrah dipaggil Kanjeng Nabi SAW, lalu dibisikkan ke telinga kanannya, setelah itu SayyidatinaSiti Fatimah menangis dengan derai airmata. Sejenak kemudian dipanggil lagi dan Kanjeng Nabi SAW membisikan ke telinga kiri putri kesayangannya itu, setelahnya Sayyidatina Siti Fatimah tersenyum gembira.

Adegan ini melahirkan tanda tanya di kalangan sahabat yang melihatnya, panggilan pertama menangis, sementara panggilan kedua tertawa. Ada sahabat yang menanyakan kepada Putri Kanjeng Nabi SAW itu, mengapa ketawa dan menangis setelah dipanggil Ayahanda tercinta. Sebelum aku kabarkan jawaban dari Sayyidatina Siti Fatimah, aku sampaikan dulu bahwa salah satu bukti kecintaan kepada Kanjeng Nabi SAW adalah kecintaan kepada keluarganya. Orang-orang tua kita dahulu tahu bahwa kecintaan kepada Sayyidina Ali, Sayyidatina Fatimah,dan kedua putranya ini bisa memadamkan bencana, terutama bencana dalam alam kubur. Mereka juga percaya bahwa itu bisa memadamkan bencana yang terjadi sekarang. Karena itu kalau ada bala di sebuah dusun--terjadi wabah penyakit--maka Ibu-Ibu membacakan syair ini kepada anak-anaknya: Li khamsatun uthfi bihaa harral wabbail haatimah @Al-Mushthafa wal Murtadlo wabnahumaa wal Fatimah [Aku mempersembahkan yang lima kepada Allah, untuk memadamkan panasnya bencana yang mengerikan Al-Muthafa, Al-Murtadlo, kedua putranya, dan Fatimah].

Kanjeng Nabi saw bersabda: Ketahuilah, barang siapa yang mati dengan kecintaan kepada keluarga Muhammad, dia mati dengan ampunanNya. Ketahuilah, barang siapa yang mati dengan kecintaan kepada Keluarga Muhammad, dia mati sebagai orang Mukmin yang sempurna imannya. Ketahuilah, barang siapa yang mati membawa kecintaan kepada keluarga Muhammad, dia mati dalam keadaan malaikat maut menggembirakannya dengan surga, kemudian Munkar dan Nakir akan menghiburnya. Ketahuilah, barang siapa yang mati dengan membawa kecintaan kepada keluarga Muhammad, dia akan diiringi masuk ke surga seperti diiringinya pengantin ke rumah suaminya. Ketahuilah, barang siapa yang mati dengan membawa kecintaan kepada keluarga Muhammad, Allah akan bukakan dua pintu surga di kuburannya. Ketahuilah, barang siapa yang mati membawa kecintaan kepada keluarga Muhammad, Allah jadikan kuburannya tempat berkunjung Malaikat Rahmah. Ketahuilah, barang siapa yang mati membawa kecintaan kepada keluarga Muhammad, ia akan mati dalam Sunnah Wal Jamaah. Siapa yang mati dalam kebencian kepada keluarga Muhammad, dia akan datang pada hari kiamat dengan ditulis pada kedua matanya: Inilah orang yang putus asa dari rahmat Allah SWT.

Mata rantai cinta ini pun turun, diantara ungkapan cinta kepada Rasulullah ialah mencintai yang dicintai Rasulullah, sampai beliau menyebutnya ahli waris, yakni ulama' itu. Jadi mencintai Rasulullah juga harus diungkapkan dengan kecintaan kepada ulama'. Ada sebuah hadis: Memandang seorang alim dengan penuh kecintaan dihitung sebagai ibadah. Jadilah engkau orang alim, atau seorang yang belajar. Cintailah ulama'. Janganlah engkau termasuk orang yang ke empat, nanti engkau binasa karena kebencianmu kepada ulama'. Kisah ini aku sampaikan dengan didampingi keterangan dari Kanjeng Nabi saw,dalam hubungannya dengan cinta dan fadlilahnya, agar tumbuh kebersamaan dalam cinta, termasuk kisah yang di alami Sayyidatina Siti Fatimah itu.

Sahabat-sahabat tahu akan cinta anak putrinya itu kepada ayahanda Baginda Rasulullah, dan tahu akan kebersamaannya bersama beliau. Maka ketika ada sahabat yang bertanya kenapa menangis, maka dijawab oleh Sayyidatina Siti Fatimah: tidak lama lagi beliau akan meninggal, makanya aku menangis karena akan berpisah dengan Rasulullah. Adapun ketika ditanya kenapa tertawa dalam panggilan kedua itu, dijawab oleh Sayyidatina Siti Fatimah: Namun setelah Rasulullah nanti mati, tidak lama lagi aku akan menyusul mati, dan kembali bersama Rasulullah....

Kawan-kawan, ternyata benar adanya setelah enam tahun sejak kematian Rasululllah, putri kesayangan beliau itu menyusul meninggal. Sepanjang menunggu menyusul kepergian Ayahanda, Sayyidatina Siti Fatimah tidak pernah tersenyum, makanya pada saat beliau tersenyum ada yang menanyalan: kenapa engkau tersenyum wahai putri Rasulullah? Dijawab beliau: malaikat Izrail telah tiba, dan sebentar lagi aku akan bersama kembali dengan Rasulullah saw...

Allahumma shalli'ala sayyidinaa Muhammad...

2 komentar:

  1. Diperbaharui lagi
    Yai budi bagaimana bila dakwahnya dilebarkan sampai ke cirebon

    BalasHapus